Standardisasi Berbagi Data dan Perdagangan GS1 Indonesia

Di negara sebesar dan luas seperti Indonesia, pengiriman barang bisa menjadi sulit. Dengan ribuan pulau dan tingkat infrastruktur yang berbeda, menjaga rantai pasok tetap konsisten tidak selalu mudah.
Standar GS1 menyediakan sistem bersama untuk mengidentifikasi, melacak, dan melacak produk. Hal ini membantu bisnis mengelola barang lebih akurat saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Dengan menggunakan standar ini, perusahaan dapat mengurangi kesalahan dan meningkatkan visibilitas. Menjadi lebih mudah untuk berkoordinasi dengan mitra, bahkan ketika produk melakukan perjalanan jauh.
Bagi banyak bisnis di negara ini, GS1 Indonesia (ID) lebih dari sekadar membantu. Ini membawa keteraturan dan kejelasan ke rantai pasok yang sebaliknya bisa sulit dikelola.
Blog ini membahas bagaimana GS1 ID membantu bisnis menggunakan standar kode batang dan beralih ke pelacakan digital. Dengan melakukan ini, rantai pasokan menjadi lebih transparan, lebih aman, dan lebih siap untuk bersaing di pasar global saat ini.
Apa itu GS1 Indonesia?
GS1 ID adalah Organisasi Anggota GS1 resmi yang bertanggung jawab untuk penerbitan Prefiks Perusahaan GS1 untuk bisnis yang beroperasi di Indonesia. Didirikan pada tahun 1993, itu mengeluarkan refixes yang dimulai dengan 899. Ini adalah blok bangunan dalam menciptakan pengidentifikasi GS1 untuk produk, lokasi, unit logistik, dan aset lainnya untuk pelacakan, manajemen, dan perdagangan,secara lokal maupun internasional.
MO menyediakan alat, pelatihan, panduan, dan dukungan untuk mengimplementasikan standar GS1 di pasar Indonesia. Saat ini melayani lebih dari 7.000 perusahaan anggota di berbagai sektor.
Informasi kontak:
Alamat: Talavera Office Park (Gedung Kantor) lantai 5, Unit 02-03, Jl. TB Simatupang Kav 22-26, 12430 Cilandak Barat, Indonesia
Nomor kontak +62 21 22976500, +62 21 27826910, +62 21 27826912, +62 21 27826914
Email info@gs1id.org
Memperkenalkan Inisiatif, Berkolaborasi, atau Mendukung Kampanye
GS1 ID bekerja sama dengan pemimpin industri untuk mendukung transformasi digital dan meningkatkan rantai pasokan.
Peraturan BPOM No. 22/2022 dan Sistem TTAC
Peraturan BPOM No. 22/2022 menetapkan aturan untuk pelacakan produk di Indonesia. Ini terutama berlaku untuk produk farmasi dan beberapa produk makanan tertentu.
Peraturan mengharuskan perusahaan untuk menempatkan Barcode 2D GS1 Pada produk mereka. Barcode-barcode ini menyimpan detail kunci seperti identitas produk, nomor batch, dan tanggal kadaluarsa.
Ini terhubung ke sistem Track and Trace Anti-Counterfeit (TTAC), yang memungkinkan otoritas melacak produk dan memeriksa apakah mereka asli.
Ekosistem Logistik Nasional (ELN)
Ekosistem Logistik Nasional (NLE) adalah program pemerintah yang menghubungkan layanan logistik ke dalam satu sistem.
Tujuannya adalah untuk membuat aliran barang menjadi lebih cepat dan transparan dengan menghubungkan bea cukai, pelabuhan, penyedia transportasi, dan bisnis.
Daripada bekerja di sistem terpisah, pemangku kepentingan dapat berbagi data dengan lebih mudah.
Jejak Halal
Jejak halal berfokus pada pelacakan produk untuk memastikan bahwa mereka memenuhi persyaratan halal.
Ini termasuk pemeriksaan bahan baku, proses produksi, dan distribusi. Ini membantu memastikan bahwa produk tetap halal dari awal hingga akhir.
Keterlacakan menjadi semakin penting karena bisnis perlu menunjukkan bukti, bukan hanya sertifikasi.
STELINA - Sistem Pelacakan Produk Laut Nasional Pertama yang Mematuhi Standar GDST
Indonesia telah meluncurkan sistem pelacakan makanan laut nasional pertama di dunia yang mengikuti standar Global Dialogue on Seafood Traceability (GDST). Sistem ini disebut STELINA, melacak makanan laut dari kapal-kapal penangkap ikan dan peternakan hingga pasar akhir.
Ini bekerja dengan menggunakan standar identifikasi global dan sistem data bersama. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memberi label produk dan lokasi secara konsisten, sehingga memudahkan berbagi informasi di sepanjang rantai pasokan.
Dengan dukungan dari GS1 ID, bisnis seafood, termasuk nelayan, pengolah, dan eksportir, dapat berpartisipasi dalam sistem ini. Hal ini membantu memastikan produk dapat dilacak dengan baik dan memenuhi persyaratan internasional.
Ini penting untuk ekspor. Produk seperti udang, tuna, dan kepiting sering dikirim ke pasar seperti Eropa dan Amerika Serikat, di mana jejak jejaknya diharapkan. Dengan memenuhi persyaratan ini, bisnis makanan laut Indonesia dapat terus mengakses pasar global dan tetap bersaing.
Layanan ID GS1 untuk bisnis
Dengan menyediakan alat dan layanan, GS1 memungkinkan bisnis untuk bekerja lebih efisien dan mendukung inovasi.
Mendapatkan Kode Identifikasi Produk
Setiap produk memerlukan identitas unik untuk dikenali di toko, online, atau di seluruh rantai pasokan. GS1 ID menyediakan layanan yang membuat hal ini menjadi mungkin.
Layanan utama adalah penerbitan kode identifikasi seperti GTIN (Global Trade Item Number). Nomor ini adalah kunci di balik kode batang yang muncul pada produk.
Begini cara kerjanya:
- Pendaftaran Awalan Perusahaan – Organisasi menetapkan awalan unik untuk sebuah perusahaan. Awalan ini mengidentifikasi produsen atau pemilik merek.
- Pengalokasian GTIN - Dengan menggunakan awalan, perusahaan dapat menetapkan nomor unik untuk setiap produk mereka. Setiap variasi, seperti ukuran atau rasa, mendapatkan GTIN sendiri.
- Penciptaan Barcode 1D - Mereka menyediakan format standar sehingga perusahaan dapat menghasilkan barcode yang dipindai dengan benar di toko dan sistem.
- Standar Panduan - Mereka juga memandu bisnis tentang cara menerapkan standar GS1 pada kemasan, label logistik, dan platform digital.
Tautan ke Alat Global GS1
GS1 ID menyediakan tautan ke alat-alat global GS1 kunci yang dihosting di situs web utama GS1.
- Diverifikasi oleh GS1 - Memeriksa apakah GTIN cocok dengan produk dan perusahaan yang benar.
- Kalkulator Digit Pemeriksaan - Memverifikasi bahwa GTIN diformat dengan benar untuk mencegah kesalahan pemindaian atau data.
- GPC Browser - Mengklasifikasikan produk sesuai dengan standar Klasifikasi Produk Global (GPC) untuk konsistensi dalam perdagangan internasional.
Verifikasi Kode Batang
Verifikasi kode batang Membantu menghindari kerugian yang disebabkan oleh kesalahan cetak atau kode yang tidak terbaca saat kasir ritel. Ini memastikan bahwa nomor setiap produk ditampilkan dengan benar dalam kode batang. Hal ini memungkinkan sistem titik penjualan (POS) berjalan lancar tanpa kesalahan.
Untuk memulai prosesnya, bisnis pertama-tama harus mengisi formulir pendaftaran dan memenuhi persyaratan. Langkah berikutnya adalah mengirimkan contoh produk atau desain karya seni akhir untuk diverifikasi.
Foto Produk
Layanan ini membantu perusahaan membuat gambar produk berkualitas tinggi yang siap untuk ritel dan e-commerce. Gambar-gambar tersebut mengikuti standar GS1, sehingga dapat digunakan di berbagai platform tanpa masalah.
Apa yang termasuk dalam layanan:
Foto Produk Standar Foto dari keenam sisi produk. Depan, belakang, kiri, kanan, atas, dan bawah. Ini digunakan untuk perencanaan ritel, seperti bagaimana produk disusun di rak.
Gambar Pemasaran Gambar yang bersih dan menarik, termasuk "hero shots" dengan sudut yang berbeda. Ini digunakan untuk situs web, aplikasi seluler, dan daftar online.
Penangkapan Informasi Foto close-up dari detail penting pada kemasan. Ini mencakup fakta gizi, bahan-bahan, dan kode batang. Semuanya jelas dan mudah dibaca.
Pengeditan Gambar Latar belakang dihapus dan diganti dengan latar belakang putih polos. Ini memenuhi persyaratan gambar standar untuk ritel dan e-commerce.
Integrasi Sistem Gambar-gambar dinamai menggunakan GTIN produk. Mereka kemudian diunggah ke database GS1 ID dan juga dapat digunakan di platform seperti sistem BPOM
Program Pelatihan
GS1 ID menyediakan program pelatihan untuk membantu bisnis memahami bagaimana standar GS1 bekerja. Sesi-sesi ini tersedia bagi anggota dan non-anggota. Mereka membimbing perusahaan dalam menerapkan Kunci GS1 dalam operasi sehari-hari dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Ada tiga jenis pelatihan yang tersedia. Pelatihan Dasar mencakup fitur seperti membuat barcode untuk kemasan, menyiapkan kotak luar, dan memasukkan data produk ke dalam sistem Pendaftaran Produk Online GS1 ID (RPO). Program ini gratis bagi anggota, sedangkan non-anggota membayar biaya kecil.
Pelatihan Lanjutan dan Pelatihan In-house tersedia untuk pembelajaran mendalam. Pelatihan Lanjutan berfokus pada penggunaan praktis Kunci GS1, kode batang dalam distribusi, kemasan, kontrol produksi, dan Nomor Lokasi Global (GLN).
Pelatihan di dalam perusahaan berguna bagi perusahaan yang ingin mengadakan sesi di kantor atau gudang mereka. Ini memungkinkan karyawan untuk belajar dan menerapkan standar GS1 dalam pekerjaan sehari-hari mereka.
Konsultasi Bisnis
Layanan ini memungkinkan anggota untuk berbicara langsung dengan para ahli GS1 tentang tantangan terkait barcode. Sesi-sesi ini dapat dilakukan secara online melalui Zoom atau langsung di lokasi yang disepakati bersama. Dengan layanan ini, bisnis mendapatkan opsi fleksibel untuk mendapatkan bimbingan yang mereka butuhkan.
Aplikasi kode batang 2D di berbagai industri di Indonesia

Inisiatif Sunrise 2027 dari GS1 adalah upaya global untuk mempersiapkan sistem ritel agar dapat memindai kode batang 2D, seperti kode QR yang didukung oleh GS1, saat checkout.
Kode-kode ini dapat menyimpan informasi produk lebih banyak, yang membantu meningkatkan pelacakan produk dan dapat menghubungkan pembeli ke konten digital seperti detail produk, promosi, atau informasi penggunaan.
Barcode 1D akan terus digunakan, tetapi banyak perusahaan sudah mulai mempersiapkan diri untuk adopsi barcode 2D.
Perusahaan dapat membuat kode batang 2D yang sesuai dengan GS1 dengan mengikuti instruksi resmi GS1 atau menggunakan solusi mitra seperti Pembuat kode QR GS1 dari QR Tiger .
Berikut adalah aplikasi kunci dari barcode-barcode ini di berbagai industri di Indonesia:
Ritel
Pedagang bisa memindai kode QR GS1 pada produk untuk mengakses informasi detail secara instan, seperti nomor batch, nomor seri, dan tanggal kadaluwarsa. Hal ini memungkinkan mereka untuk menerapkan FIFO (first-in-first-out) Prioritaskan barang-barang yang mendekati tanggal kadaluwarsa untuk promosi, atau picu respon sistem otomatis.
Sebagai contoh, jika produk yang ditarik kembali discan, sistem dapat segera menandainya, mencegahnya dari dijual. Kemampuan ini mendukung operasi yang lebih aman, kontrol inventaris yang lebih akurat, dan keputusan pengisian stok yang tepat waktu.
Pelayanan kesehatan
Dalam sektor kesehatan dan farmasi, kode GS1 DataMatrix digunakan untuk identifikasi produk secara detail dan untuk perangkat medis dalam sistem UDI.
Pemindaian kode-kode ini membantu rumah sakit dan apotek melacak obat-obatan dan perangkat. Dengan menghubungkan produk yang dipindai ke catatan pasien, mereka dapat memastikan obat atau perangkat yang tepat dan dosis atau penggunaan yang benar. Ini juga membantu melacak lokasi perangkat, mengelola inventaris, dan dengan cepat merespons jika suatu produk perlu ditarik kembali.
Distribusi
Penyedia layanan logistik menggunakan standar Scan4Transport GS1 untuk mengkodekan Kode Kontainer Pengiriman Seri (SSCC) Dalam kode batang 2D. SSCC secara unik mengidentifikasi setiap palet, karton, atau kontainer. Saat discan, sistem yang terhubung dapat memberikan ID pengiriman, alamat pengiriman, instruksi penanganan, dan catatan kepatuhan.
Kode juga dapat diatur untuk menyertakan data pengiriman kunci, sehingga jika sistem sedang offline, informasi tersebut masih dapat diakses. Hal ini memungkinkan operasi berlanjut, membantu memastikan pengiriman ditangani dengan benar, mengurangi keterlambatan, dan mencegah kesalahan dalam pelacakan atau pemrosesan.
Makanan dan Pertanian
Setelah produk dikemas, barcode 2D dapat menyimpan detail seperti nomor batch dan tanggal kadaluarsa. Hal ini memungkinkan produsen dan distributor untuk mengidentifikasi kapan suatu item dipanen atau diproses.
Ketika discan, informasi ini membantu melacak produk melalui rantai pasok dengan akurasi yang lebih baik. mendukung pemanggilan lebih cepat Ketika diperlukan, mengurangi pemborosan makanan dengan mengelola produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa, dan meningkatkan kontrol kualitas secara keseluruhan. Tim juga dapat membuat keputusan lebih cepat dalam penanganan stok, memastikan produk segar mencapai rak-rak.
Kisah Sukses yang Menginspirasi: Kopi Youmau

Youmau Coffee, sebuah bisnis kecil dari Tangerang, mengolah kopi Indonesia premium. Dengan bekerja sama dengan GS1 ID, mereka menjadi salah satu dari bisnis lokal pertama yang mulai menggunakan kode QR yang didukung oleh GS1.
Tujuan mereka adalah untuk melampaui sekadar barcode sederhana dan menciptakan "cerita digital" untuk produk-produk mereka. Mereka menerapkan sistem ini agar pelanggan dapat memindai satu kode untuk melihat perjalanan kopi, mulai dari peternakan khusus di mana biji kopi tumbuh hingga produksi akhir dan detail keamanan.
Proyek ini telah menjadi sukses besar. Dengan menyediakan transparansi "dari ladang ke cangkir" ini, Kopi Youmau telah membangun kepercayaan yang kuat dengan pembeli internasional. Mereka telah membuktikan bahwa bahkan bisnis kecil pun dapat menggunakan standar global untuk bersaing di pasar ekspor dan membagikan kisah kopi Indonesia dengan dunia.
Membangun Rantai Pasok yang Lebih Cerdas dengan Standar Global
Standar global yang disediakan oleh GS1 Indonesia membantu bisnis di berbagai industri dengan identifikasi produk yang disederhanakan, pelacakan, dan manajemen data. Alat dan layanannya membantu perusahaan-perusahaan Indonesia bekerja lebih efisien, tetap transparan, dan mengikuti aturan keberlanjutan UE dengan mudah.
Sebagai bagian dari jaringan global GS1, ini menghubungkan bisnis lokal ke rantai pasokan internasional. Pendekatan ini membantu mereka tetap bersaing. Dengan bergabung dengan GS1, perusahaan mendapatkan alat praktis dan dukungan ahli yang membuatnya lebih mudah melacak produk, tetap transparan, dan mendapatkan kepercayaan pelanggan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana GTIN digunakan untuk membantu perusahaan memproses produk secara efisien?
GTIN dapat dienkripsi dalam barcode atau tag EPC/RFID. Saat discan, mereka membantu bisnis mengelola detail produk dengan cepat dan akurat. Sebagai contoh, kasus penggunaannya bisa saat checkout di toko, saat barang tiba di gudang, atau saat memberikan obat di rumah sakit.
Dapatkah barcode dari produk yang sudah dihentikan digunakan kembali untuk produk baru?
Setelah nomor barcode dicetak pada kemasan dan dijual di pasar, nomor tersebut tidak dapat dialokasikan ulang ke produk lain. Ini berarti nomor barcode dari produk yang dihentikan produksinya tidak dapat digunakan kembali untuk produk baru.
Berapa lama kode batang tetap beredar di pasaran setelah keanggotaan GS1 Indonesia berakhir?
Setelah berakhirnya keanggotaan GS1 resmi, kode batang tetap beredar di pasaran hingga 6 bulan.


